
Jasad yang Kau pandang itu adalah seorang Perempuan yang dulu hatinya engkau permainkan.
Seorang Perempuan yang engkau pernah taburi banyak janji yang tidak Engkau tepati.
Seorang Perempuan yang Engkau pandang sebelah mata.
Seorang Perempuan yang Engkau kira hanya bisa dibuat mainan.
Seorang Perempuan yang bisa Engkau buat seenaknya.
Seorang Perempuan yang telah banyak Engkau melakukan dosa.
Seorang Perempuan yang engkau kira tidak bijak.
Seorang Perempuan yang mungkin Engkau pernah hancurkan masa depannya.
Seorang Perempuan yang pernah Engkau berikan senyuman palsu untuknya
dan,
Seorang Perempuan yang hakekatnya belum Engkau kenal siapa dirinya yang
sebenarnya.
Engkau mungkin telah mengajaknya melakukan dosa, Sedangkan Kau tahu Dia Perempuan mulia.
Engkau pernah menghancurkan hatinya, Sedangkan Kau tahu Dia adalah Wanita yang lemah.
Engkau pernah menyakitinya, Sedangkan kau tahu bahwa dia Perempuan berhati lembut.
Engkau mengotori cintanya, Sedangkan Kau tahu cintanya suci.
Engkau mempermainkan
hatinya, Sedangkan Engkau tahu Dia
perempuan hebat.
Sadarlah Adam
Perempuan itu pernah membahagiakanmu.
Perempuan itu pernah membuatmu tersenyum.
Perempuan itu pernah berjasa dalam hidupmu.
Perempuan itu yang pernah bimbang padamu.
Tapi setelah Kau rasa Dia tak berguna lagi dalam hidupmu.
Setelah Kau rasa Dia tak layak lagi menjadi pendampingmu,
Setelah Kau merasa bosan dengan perempuan itu,
Lalu...... Kau membuangnya bagai membuang sampah di dalam tong sampah.
Kau tidak tahu cara terhormat untuk membuang Dia dari hidupmu.
Sedangkan Kau tahu setelah tindakanmu itu
akan mengundang aib terbesarmu,
Yaitu menghancurkan seorang Perempuan terhormat..!
Jika kini Kau merasa berdosa, Maka merasa berdosalah pada Allah,
Pintalah ampunan dari_Nya, Tapi jangan pernah Kau lupa kemaafan Perempuan itu ternyata
lebih penting, karena Allah sendiri tak akan mengampuni dosa-dosamu sebelum Kau meminta maaf kepadanya.
Kemaafan mungkin berat diberikan pada orang yang pernah melukai hatinya, namun dengan memohon kemaafan sajalah kita bisa mengobati hati yang telah terluka.
Kemaafan yang secara ikhlas terucap ibarat pisau bedah yang dapat
membuang segala luka emosi.
Dia tak butuh Kau datang membawa bintang untuknya.
Dia tak butuh bulan yang Kau bawa untuk membuktikan indahnya cintamu.
Dan Dia tak butuh angin yang Kau bawa untuk menjejukan hatinya,
Tapi yang Dia butuh hanya kesetiaanmu dan biarkan bintang terus bersinar untuk menyinari perpaduan cintanya di bawah gelapnya malam yang di hiasi dengan indahnya bulan dan di sejukan oleh tiupan angin malam yang berhembus.
Sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar